ME MTS. ELL FIRDAUS 01 MTs · Swasta

Penilaian Kurikulum K-13 di MTs Ell Firdaus 1

Dipublikasikan 26 Agustus 2019

Penilaian Kurikulum K-13 di MTs Ell Firdaus 1

Penilaian Kurikulum K-13 di MTs Ell Firdaus 1

Penilaian Kurikulum K-13 di MTs Ell Firdaus 1 Sidareja menjadi rujukan penting bagi dewan guru dalam mengevaluasi hasil belajar santri. Penerapan sistem asesmen sering kali dianggap rumit oleh sebagian kalangan pendidik. Anggapan tersebut sesungguhnya kurang tepat jika pendidik memahami regulasi secara utuh. Pemahaman yang komprehensif akan memudahkan guru menyusun instrumen penilaian secara adil, objektif, dan terukur. Berbagai wawasan akademik madrasah dapat ditelaah lebih lanjut pada kanal berita madrasah.

Pelaksanaan evaluasi pembelajaran mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Regulasi ini diperkuat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5162 Tahun 2018. Panduan teknis tersebut mengatur mekanisme pengukuran hasil belajar pada jenjang madrasah tsanawiyah secara mendalam. Terdapat tiga ranah utama evaluasi autentik yang wajib diterapkan di lingkungan madrasah.

Ilustrasi panduan instrumen evaluasi pembelajaran dan asesmen autentik bagi pendidik madrasah

Tata Cara Pelaksanaan Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial

Ranah pertama menitikberatkan pada penilaian sikap spiritual serta sosial peserta didik. Guru mata pelajaran melakukan observasi langsung selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas. Wali kelas dan guru bimbingan konseling turut mengamati perkembangan perilaku santri di luar ruangan kelas. Pengamatan ini berjalan secara konsisten sepanjang satu semester pelajaran.

Pendidik mengasumsikan seluruh siswa memiliki tabiat awal yang baik dan santun. Guru cukup mencatat perilaku istimewa yang melampaui atau berada di bawah rata-rata umum. Catatan khusus ini dihimpun secara cermat ke dalam lembar jurnal penilaian sikap. Madrasah juga memadukan instrumen penilaian antarsiswa melalui angket berkala serta penilaian diri mandiri. Seluruh dewan guru bermusyawarah guna merumuskan deskripsi nilai sikap akhir yang adil.

Pengukuran Ranah Pengetahuan Melalui Beragam Teknik

Ranah kedua berfokus pada pengukuran penguasaan pengetahuan kompetensi dasar tingkat ketiga. Tenaga pendidik dapat memanfaatkan tiga teknik utama untuk menguji capaian belajar siswa. Teknik tersebut mencakup tes tertulis, tes lisan, serta penugasan terstruktur. Guru dapat menyesuaikan instrumen dengan karakteristik materi pokok yang diajarkan di kelas.

Kepala Madrasah, Ibu Siti Sururiyah, S.Ag, senantiasa mendorong pendidik menyajikan soal yang variatif. Variasi instrumen bertujuan mengukur daya nalar kritis dan pemahaman konseptual santri secara bertahap. Melalui kombinasi tes yang proporsional, capaian kompetensi pengetahuan santri dapat terpotret secara akurat.

Pengembangan Asesmen Autentik pada Ranah Keterampilan

Ranah ketiga mencakup pengujian keterampilan konkret maupun abstrak kompetensi dasar keempat. Evaluasi unjuk kerja ini dilaksanakan melalui empat mekanisme penilaian yang terencana. Guru dapat menerapkan penilaian praktik, proyek, produk terapan, serta portofolio karya. Masing-masing teknik disesuaikan dengan target keterampilan yang ingin dicapai peserta didik.

Penilaian produk menitikberatkan pada mutu barang yang dihasilkan santri sesuai kriteria guru. Sementara itu, penilaian proyek bermuara pada laporan sistematis hasil investigasi mandiri siswa. Seluruh bukti karya dihimpun rapi menjadi portofolio portabel sebagai bahan pengolahan nilai akhir. Sinergi ketiga ranah evaluasi ini membimbing peserta didik meraih prestasi akademik yang berkah.

Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kemudahan dan keberkahan bagi para pendidik dalam membimbing santri madrasah.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi.

Komentar ditinjau pengelola sebelum tampil. Tulis teks biasa — tanda/kode HTML tidak diterima. Email tidak ditampilkan.

Laporkan konten ini

← Semua berita

Berita lainnya